Entri Populer

Powered By Blogger

Jumat, 28 Januari 2011

Cara Merawat AC Biar Awet

1. Jagalah kebersihan kabin dari debu dan kotoran.
Terutama karpet 2 lembar yang di depan, karena akan tersedot ke dalam evaporator, sehingga terjadi jamur dan spora yang berbahaya untuk kesehatan, serta menimbulkan bau tidak enak saat pertama kali AC dihidupkan.
2. Semprotkan air pada Condensor AC
Saat mencuci mobil, buka kap mesinnya dan semprotkan air pada bagian Condensor AC (yang bentuknya mirip radiator dan biasanya terletak di depan radiator). Kotoran dan debu yang menempel bila dibiarkan akan mengeras dan menyebabkan keropos sehingga kondensor menjadi bocor.
3. Pilih tempat parkir yang teduh
Jika parkir untuk waktu yang cukup lama, pilih temapt yang teduh. Dimaksudkan untuk mengurangi lamanya proses pendinginan saat pengemudi masuk lagi ke mobil dan mengurangi beban pendinginan saat mobil berjalan.

4.Periksa Ekstra Fan (kipas)
Periksalah Ekstra Fan yang di depan kondensor, apakah hidup saat AC dihidupkan. Bila tidak, segera ganti, karena akan mengakibatkan compressor rusak atau selang high press bisa meledak.
5. Jangan merokok
Asap rokok bisa mengotori evaporator dan menimbulkan bau tak sedap dan susah hilang.
6. Beban AC
Jangan memaksimalkan beban AC saat kendaraan melaju kencang dengan menurunkan temperaturnya.
7. Matikan AC sebelum menghidupkan mobil.
a. Sebelum menghidupkn mesin, matikan AC dahulu, sesudah mesin stabil baru hidupkan AC.
b. Matikan AC dahulu bila mau matikan mesin.
8. Jangan memakai pengharum mutu rendah
a. Pengharum mutu rendah akan menimbulkan bau dan susah dibersihkan.
b. Jangan memakai pengharum model colok ke grill, sebab sering terjadi patah.
9. Perhatikan gejalanya
Kalau ada gejala yang tidak biasa, seperti AC kurang dingin, lebih baik segera ke bengkel spesialis AC mobil. Agar tidak telanjur rusak yang mengakibatkan biaya yang tinggi.
10. Perawatan Rutin
Lakukan perawatan rutin AC. Sangat disarankan setahun sekali, yang perlu diganti Receiver Dryer, Oil Compressor, service Blower, Evaporator, kuras Condensor dan freon. Agar komponen AC tahan lama dan udara yang berhembus selalu segar.

Rutin Dirawat Radiator Bebas Karat

Rutin Dirawat Radiator Bebas Karat
RADIATOR merupakan salah satu komponen penting pada mesin kendaraan. Karena perangkat inilah yang bertugas menjaga suhu mesin tetap berada pada temperatur kerja ideal. Radiator umumnya kini terbuat dari material aluminium. Selain bobot yang lebih ringan, aluminium memiliki sifat menyerap dan melepaskan panas lebih cepat dibanding tembaga.

Walaupun terbuat dari aluminium, radiator tak lepas dari ancaman korosi yang menyebabkan kebocoran. Untuk mencegah hal itu, radiator perlu diperhatikan dengan menjaga level air pendingin (coolant) di tabung reservoir tetap berada pada batas normal (diantara garis Full dan Low).

Untuk mencegah terjadinya korosi, hindari menambah air radiator dengan air sumur/air tanah. Pasalnya, air sumur mengandung berbagai unsur mineral yang bersifat korosif jika terkena logam, termasuk aluminium. Gunakanlah air suling atau air murni (H2O)/ air aki dalam botol berwarna biru atau dengan radiator coolant.

Setelah kendaraan dijalankan selama setahun, periksalah kondisi air dengan membuka tutup radiator. Kuraslah jika sekiranya warna coolant telah berubah (umumnya radiator coolant berwarna hijau cerah jernih kekuningan dan merah jernih. Lakukan pada saat mesin dingin.

Untuk proses pengurasan yang sempurna, gunakanlah cairan pembilas radiator (radiator flush yang banyak dijual di pasar swalayan dan toko asesoris).

Bukalah tutup radiator dilanjutkan dengan membuka baut lubang penguras yang berada di bagian bawah radiator. Kemudian ambil selang air dan masukkan ke lubang tutup radiator hingga air yang keluar dari lubang pengurasan nampak jernih.

Setelah itu hidupkan mesin agar air bersirkulasi dalam mesin agar kotoran dan serpihan yang berada dalam sistem pendinginan terbawa keluar lewat lubang pengurasan. Setelah air kembali jernih, matikan mesin kemudian hentikan pasokan air dan tutuplah lubang pengurasan.

Sebelum menambahkan radiator flush, bacalah petunjuknya dengan seksama baru kemudian lakukan sesuai anjuran. Umumnya pada kemasan produk menganjurkan untuk menghidupkan mesin beberapa saat setelah cairan tercampur dalam radiator.

Setelah mencapai waktu yang ditentukan, matikan mesin dan lakukan lagi proses pengurasan seperti pada langkah pertama dan ketika air pembilasan telah jernih, matikan mesin dan hentikan pasokan air tanpa harus menutup lubang pengurasan. Setelah radiator kering, tutuplah lubang pengurasan dengan sempurna dan siapkan air suling dan radiator coolant.

Sebelum melanjutkan kegiatan, jangan lupa membaca petunjuk pada kemasan radiator coolant. Pasalnya, beberapa produk ada yang diformulasikan tanpa harus mencampurnya dengan air suling lagi, sehingga lebih praktis. Bila harus dicampurkan  biasanya dengan perbandingan 50:50.

Setelah coolant dituangkan ke dalam radiator hingga penuh, nyalakan mesin dan naikkan rpm perlahan agar air dalam radiator bersirkulasi. Tambahkan coolant bila air menyusut. Proses ini berguna untuk mengusir adanya gelembung udara yang terjebak dalam sistem.

Ketika air dalam radiator tidak lagi menyusut saat putaran mesin dinaikkan, matikan mesin dan intip kembali lubang radiator apakah terjadi penyusutan air dan tambahkan jika benar.

Sebelum Anda menutupnya, periksa tutup radiator. Jika terdapat kerusakan, gantilah dengan yang sesuai. Pasalnya tutup radiator tidak hanya berfungsi sebagai penutup.

Ia memiliki dua buah katup yang berfungsi untuk mengalirkan air dari radiator ke tabung reservoir pada saat panas dan menghisap air dari reservoir ketika dingin dan terjadi kevakuman pada radiator.

Proses ini, selain untuk menjaga tekanan air pada radiator tetap stabil, juga berguna membuang gelembung-gelembung udara yang terjebak dalam sistem. Oleh karena itu setelah proses pengurasan selesai, hidupkan mesin hingga jarum indikator temperatur mesin mencapai kondisi ideal.Selamat mencoba.

Kamis, 27 Januari 2011

Alat Ukur Micrometer

Berbicara mengenai pengertian alat ukur micrometer maka kita tidak lepas dari kata micro yang selalu mengacu pada hal-hal atau benda-benda kecil. Tentunya dengan mengetahui dasar kata dari alat tersebut akan dengan mudah membantu kita menentukan pengertian alat ukur micrometer itu sendiri.
Micro meter ada dua jenis jika melihat fungsinya mengacu juga pada tingkat ketelitian mikrometer
1 Inside micro meter
2. Out side micro meter.
cara membacanya nya sama , micro meter adalah alat ukur presisidapat mengukut sampai
0,01 mm.
  • Cara mengunakan Bersikkan dengan lap kering ujung dari spindel alat ukur ini agar tidak ada debu atau minyak
  •  Lakukan penyetelan 0 (zero adjusment)
Jika alat ukur dari 0—- 500 mm dapat langsung dilakukan zero adjusment jika tidak pas garisnya lakukan penyetelannya,
  • jika alat ukur untuk 500—— 1000 mm gunakan standat guide untuk melakukan zero adjusment. Cara memakainya pegang pada Calipernya jangan pada sleeve nya dan pengukuran harus tegak lurus pada benda yg akan diukur, pastikan benda tersebut bersih dari debu atau minyak
  •  pada saat spendel menempel pada benda yang akan diukur putar terus setengan limhkaran agar spendel benarbenar menempel dengan baik.
  •  Baca garis yg bertemu skala pada sleeve menunjukan satuan setengah milimeter dan skala kecil menunjukansatuan 0.01 mm

Rawat Radiator Untuk Cegah Overheating

E-mail

radiator.jpgRadiator merupakan salah satu piranti penting yang berfungsi sebagai pendingin sebuah mesin atau lebih tepatnya lagi untuk menstabilkan suhu mesin mobil agar selalu dalam keadaan normal. Dengan adanya radiator, panas berlebih pada mesin mobil dapat dikurangi sehingga beban kerja mesin menjadi lebih ringan dan terhindar dari masalah engine overheat yang dapat membuat mobil mogok seketika. Awal ditemukannya radiator bermula dari temuan Franz SanGalli pada tahun 1885 dan dipatenkan di Jerman dan Amerika Serikat. Sebenarnya pemakaian radiator ini tak hanya sebatas pada kendaraan (roda empat dan dua) tetapi juga diaplikasikan pada perumahan dan gedung pada daerah dingin (Eropa dan Amerika).

Cara kerja Radiator
Pada prinsipnya air atau cairan radiator coolant akan mengalir melalui pipa yang didesain secara khusus berbentuk zig zag untuk mendinginkan secara merata ke semua dinding silinder mesin dan berputar kembali ke radiator. Lewat kisi-kisi pada radiator dan dengan bantuan angin atau kipas pada mobil inilah pendinginan air atau cairan radiator coolant didapat dengan maksimal.

Kinerja radiator pada mobil juga didukung oleh piranti lainnya, seperti thermostat untuk mengatur buka tutup aliran air atau cairan radiator coolant ke dinding silinder mesin agar mendapat suhu mesin yang tetap ideal. Sedangkan

Secara garis besar radiator digunakan pada semua mesin seperti mesin genset, mesin - mesin industri, dan semuanya memerlukan pendingin yang berbasiskan air pada pendinginannya.

Bahan Radiator
Inti bahan radiator adalah berupa pipa yang terbuat dari logam, yang diantaranya seperti :

- Kuningan & Tembaga
Kuningan dan tembaga merupakan bahan logam yang dapat menyerap panas sehingga cocok untuk dijadikan bahan radiator. Biasanya yang memakai kuningan dan tembaga ini adalah mobil keluaran lama.

- Alumuminium
Untuk kendaraan terbaru biasanya memakai bahan alumuminium untuk radiator bahan ini terbukti dapat meredam panas sehingga air yang terdapat dalam radiator cepat dingin. Selain itu alumuminium dapat lebih lama mencegah karat dibandingkan dengan logam yang lain.

Hal yang merusak radiator
Ada hal yang dapat dijadikan sumber penyebabnya kerusakan pada radiator berikut adalah berbagai penyebabnya :

- Korosi / kerak
Korosi atau karat adalah sesuatu hal yang dapat terjadi pada semua radiator. Karena radiator ini berisi air sehingga lama kelamaan akan menimbulkan karat, biasanya hal ini terjadi akibat pemakaian air yang  tidak disarankan / kualitasnya buruk untuk radiator.
Akibat dari Karat ini menyebabkan timbulnya kerak yang dapat membuat kurang lancarnya sirkulasi air radiator sebagai pembuang panas ataupun membuat radiator bocor sehingga air  radiator cepat berkurang volumenya, akhirnya pendinginan mesin tidak berjalan sehingga mesin dapat panas yang berlebih (overheat)

- Umur Masa Pakai
Idealnya pemakaian radiator ini mencapai lima tahun, seharusnya radiator ini diganti dengan yang baru, tetapi bila tidak ada biaya, kita dapat memilih alternatif dengan merekondisi radiator pada ahli servis radiator yang ada.
Radiator yang sudah berumur lebih dari 5 tahun umumnya mengalami berbagai masalah seperti kerak atau karat yang menyebabkan bocor, karena radiator selalu bekerja dalam suhu panas yang sangat tinggi. Tetapi untuk mencegah sebelum terjadi berbagai masalah ini sebaiknya radiator dirawat dengan baik dan rutin dicek kebersihannya.

Perawatan Mudah Untuk Radiator :

- Rutin Kuras Air Radiator (Flushing)
Didalam radiator sering kali terdapat kerak dan kotoran yang mengendap, untuk itu diperlukan sedikit waktu luang untuk rutin menguras air radiator dan membersihkan kisi-kisi radiator. 'Radiator sebaiknya dikuras setiap 40.000 atau 50.000 Km bila mobil sering dipakai, bila tidak sering, pastikan 1 tahun sekali tetap harus dilakukan pengurasan radiator', tukas Siswono dari TRS Radiator.

Pastikan dulu suhu mesin mobil dalam keadaan hangat, agar kotoran belum sempat mengendap. Ingat..Jangan melakukannya saat mesin sedang panas, karena  air dari dalam radiator yang sangat panas akan menyembur keluar dengan kencang akibat tekanan suhu panas yang tinggi.

Berikut cara mengurasnya :
Buka tutup dan keran pembuangan air radiator, disarankan juga untuk membuka saluran karet yang berada dibawah agar air dalam radiator dengan cepat dan mudah keluar semua bersama kotoran dan keraknya. Jika tutup atau saluran karet sudah mengeras atau tidak lentur harus segera diganti untuk menghindari pecahnya karet yang menimbulkan kebocoran saluran air radiator. Bila tidak mengerti, sebaiknya dilakukan oleh bengkel yang terpercaya.
Setelah selesai, pasang kembali saluran karet dan tutup keran pembuangan seperti kondisi awal kemudian isi kembali radiator dengan air bersih atau air radiator coolant sampai penuh, lalu tutup kembali radiator dan nyalakan mesin sesaat lalu tambahkan lagi volume air dalam radiator sampai penuh.

- Ganti Tutup Radiator
Ganti tutup radiator setiap 4 atau 5 tahun sekali dengan yang original, karena tutup radiator yang telah rusak tidak dapat melepaskan tekanan dari panas pada radiator, hal ini dapat menyebabkan kerusakan cilinder head gasket serta kepala radiator.

- Gunakan Air Radiator Yang Berkualitas
'Salah satu kiat agar dapat menjaga kondisi radiator supaya berumur panjang adalah dengan pemakaian air radiator yang tepat' ujar siswoyo pemilik dari TRS Radiator, yang bermukim di jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 16 CC Jakarta 10710, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pengisian air radiator sebaiknya menggunakan cairan radiator coolant agar tidak mudah terjadi karat pada radiator. Ada berbagai macam merek radiator coolant di pasaran tetapi sebaiknya pilih yang disarankan oleh pihak ATPM.

Pemakaian cairan radiator coolant sangat disarankan untuk pengguna mobil atau kendaraan yang menggunakan sistem pendingin radiator, karena cairan ini memang telah teruji dan diteliti secara khusus untuk digunakan sebagai pengisi dari radiator dan membantu menyerap panas.